Ada banyak game dengan tema open-world di luar sana yang bagus seperti seri GTA, seri Just Cause, seri Assassin's Creed, dan masih banyak lagi. Namun, kali ini Jarmyko telah memainkan Mafia II. Game open-world yang cukup membuat Jarmyko penasaran, karena judul yang diusung.
Perkenalan Singkat–
Bertema action-adventure dan open-world. Sekuel kedua dari seri Mafia ini dikembangkan oleh 2K Czech dan 2K Games sebagai publisher. Dirilis pada bulan Agustus 2010 di platfrom PC serta konsol seperti PS3, XBOX 360. Dengan cerita seseorang penjahat yang mulai memasuki dunia Mafia pada era klasik, yaitu tahun 40-an sampai 50-an.
Ulasan dan Pengalaman Jarmyko–
Cerita berawal dari tokoh utama Vito Scaletta–seorang yang lahir di pulau kecil bernama Sisilia, Italia. Berlatar belakang keluarga miskin yang akhirnya pindah ke Amerika Serikat. Begitu banyak kenakalan yang diperlihatkan sampai akhirnya ditangkap oleh polisi saat mencuri barang dan menjalani wajib militer. Setelah menjalankan tugas militer, Ia akhirnya kembali ke Empire Bay dijemput oleh Joe Barbaro di Stasiun. Restoran menjadi tempat singgah sesaat sebelum menuju kediaman apartemen, mereka berdua berbicara soal wajib militer dan pekerjaan yang ada di Empire Bay. Setelah itu, taksi menjadi tumpangan selanjutnya menuju apartemen tempat Ia tinggal.Alasan kenapa Vito harus bekerja dengan profesi ini ialah karena keluarganya terlilit banyak hutang semenjak Ayahnya meninggal. Siapa yang memulai ini semua? Tidak lain karena temannya sendiri yang mencari pekerjaan untuknya. Dari pekerjaan mencuri mobil, menjual barang terlarang, hingga membunuh orang mulai dilakoni.
Bukannya hanya certia soal pekerjaan, masih banyak lagi cerita apik berbalut drama di dalamnya, seperti kerluarga, teman, dan penghianatan. Namun, untuk memainkan game ini terlalu cepat bahkan Jarmyko sendiri bisa menyelesaikan dalam kurun 14 jam. Jika ingin mendalami cerita Mafia II, maka DLC game ini harus kalian beli. Karena ada cerita yang bisa diungkap dengan memainkan DLC Mafia II.
Grafik yang ditawarkan termasuk bagus pada tahunnya, pemain akan terbawa pada nuansa jadul tahun 40 sampai 50-an, terutama gaya pakaian dari para karakter, tidak lupa pergantian musim yang benar-benar keren. Musik serta sound effect yang diberikan juga begitu pas, dan radio mobil menghidupkan suasana saat memutar banyak lagu-lagu klasik, juga memberikan informasi terkini dengan apa yang terjadi terutama saat kita berbuat kejahatan atau tindak kriminal. Terkadang Jarmyko sering menyetel radio yang memutar salah satu lagu dari iklan keripik kentang ternama. Yap, sungguh klasik.
TPP atau disebut Third Person Perspective–sistem pemain melakukan aksi dari sudut pandang ketiga, contoh game: Resident Evil 4, atau Tomb Raider–adalah mekanik gameplay utama yang diusung, tak ada penambahan mode FPP alias First Person Perspective. Varian senjata api kebanyakan mengikuti senjata pada Perang Dunia II salah satu contohnya Thompson, MP40, M1 Garand, dan lain-lain. Kebanyakan senjata api yang disebutkan hanya dijual oleh satu orang. Sistem steatlh juga ada setelah melakukan tutorial, jadi pemain bisa memilih membunuh musuh diam-diam atau langsung brutal dengan senjata api. Yap... memang sistem steatlh ini jarang Jarmyko pakai, karena Jarmyko adalah seseorang opsi kedua, brutal dan beringas.
Untuk Interaksi AI selain NPC juga hidup seperti tidak senang saat disenggol yang bisa dilanjutkan dengan berkelahi, menemui pedangan makanan pinggir jalan, dan masih banyak lainnya. Walau begitu, ada beberapa adegan dimana gerak AI sedikit kaku, tapi itu tidak mengganggu jalannya misi serta cerita dalam game.
Ada yang unik, jika ingin mengambil mobil bisa dua cara yaitu membuka kunci dengan kunci khusus yang dibeli saat misi pertama atau langsung pecahkan saja kaca mobil. Selain itu para player bisa mengoleksi foto syur para artis majalah dewasa serta mengoleksi poster para buronan penjahat, namun mencarinya cukup susah, bahkan beberapa foto hanya ditemukan saat menjalankan misi.
Sayangnya, aktivitas dunianya kecil bahkan terlalu sedikit. Cakupan membeli barang hanya ada baju, makanan, senjata, ada body shop untuk mengurusi soal mobil namun terbatas juga, serta tempat pengisian bensin. Tidak ada tempat mencukur rambut, pergi ke diskotik, dan lain-lain yang menunjang aktivitas bertema open-world. Padahal ingin rasanya melihat Vito bisa berambut afro mengenakan kaus kutang dan mengendarai mobil menuju Gym.
Hal yang cukup disayangkan juga ialah... Tidak ada misi opsional atau misi sampingan dalam game ini, jadi pemain terus mengikuti misi utama sekaligus cerita sampai tamat. Terkadang Jarmyko cukup bosan dengan terus menerus mengikuti misi utama, dan sesekali menjalan misi sampingan yang ada agar tidak bosan sambil mencari foto terlarang itu.
Kesimpulan–
Walaupun waktu dalam memainkan game ini terbilang singkat, tapi semua terbayar dengan cerita apik dan nuansa klasik yang bahkan menjadi nilai jual menurut Jarmyko. Soal musik-musik dalam radio, Mafia II memang telah menyuguhkan nuansa klasik era tahun 40 sampai 50-an. Mungkin setelah menamatkan story game, kalian bisa
Kalian bisa memberi kritik, saran, dan berkomentar pada kolom di bawah. Semua yang dipaparkan berdasarkan pengalaman dan opini dari penulis.







Komentar
Posting Komentar